Jumat, 22 April 2016

KETAHANAN EKONOMI INDONESIA DI SEKTOR MIKRO

     Indonesia, negara dengan belasan ribu pulau, merupakan negara dengan sejuta peluang dan tantangan ekonomi. Indonesia meiliki potensi ekonomi yang sangat banyak. Dimulai dari demografi Indonesia, penduduk yang berjumlah lebih dari 200 juta jiwa, merupakan pasar domestik yang luas. Jumlah penduduk muda yang merupakan representasi dari usia produktif. Di tahun ini juga, peringkat Human Development Index Indonesia juga naik sehingga Indonesia saat ini menjadi negara yang termasuk dalam jajaran indeks pembangunan manusia menengah. Dari sisi manusia atau tenaga kerja, Indonesia memiliki peluang. 

  Dari sisi sumber daya, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya yang begitu besar. Dari sisi ketersediaan sumber daya energi, Indonesia memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, yaitu 19,3 miliar ton. Jumlah tersebut mengamankan cdangan energi Indonesia untuk jangka waktu yang lama dan memberikan kemudahan bagi Indonesia untuk diversifikasi energi. Laut Indonesia juga begitu luas, di dalamnya terkandung sumber pangan ikan yang begitu banyak, sumber daya energi berupa panas bumi, dan potensi pariwisata yang besar. Alam Indonesia yang membentang luas dari sabang sampai merauke merupakan potensi yang tiada habisnya pula. Hutan yang begitu luasnya dan kekayaan hasil bumi Indonesia. Itu semua merupakan rahmat dari Tuhan untuk warga Indonesia.


   adapun sumber daya air tawar yg akhir-akhir ini cukup menggiurkan adalah beternak lele yang memang tak perlu memakai modal yg besar dan lahan yg cukup luas tapi dapat membuahkan hasil.


    Ternak Lele merupakan usaha kecil yang bisa di jalankan dengan modal yang seadanya. Saat anda tidak memiliki modal untuk membuat kolam tanah yang permanen serta tidak memiliki lahan luas, maka anda bisa menggunakan kolam terpal untuk menjalankan usaha modal kecil budidaya lele. Namun, jangan salah, keutungan dari usaha ini bisa mencapai jutaan rupiah sertiap bulannya.
Ternak Lele merupakan usaha kecil yang bisa di jalankan dengan modal yang seadanya. Saat anda tidak memiliki modal untuk membuat kolam tanah yang permanen serta tidak memiliki lahan luas, maka anda bisa menggunakan kolam terpal untuk menjalankan usaha modal kecil budidaya lele. Namun, jangan salah, keutungan dari usaha ini bisa mencapai jutaan rupiah sertiap bulannya.






Ternak lele dengan kolam terpal telah banyak di lakukan oleh para petani. Penggunaan kolam terpal sebagai media hidup lele memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :


1. Mudah

Menggunakan media kolam terpal ternyata lebih mudah. Dalam sehari, atau bahkan kurang dari sehari anda bisa membuat kolam terpal sederhana. Selain itu, pembuatan kolam terpal tidak terlalu menguras tenaga.

2. Hemat

Karena hanya menggunakan bambu dan terpal, kolam terpal untuk ikan lele tidak membutuhkan modal besar. Kisaran modal tergantung usaha anda, berapa ukuran kolam yang ingin di buat serta berapa kolam yang ingin anda miliki.

3. Lebih terkontrol

Pemeliharaan lele dalam kolam terpal akan lebih mudah dalam pengontrolan terutama masalah hama dan penyakit. Anda bisa menghindarkan lele dari berbagai hama dan penyakit. Juga lebih mudah dalam mengontrol suhu, cuaca dan intensitas air.

4. Lebih Fleksibel

Dengan kolam terpal, anda bisa membuat kolam untuk tenak lele sesuai dengan lahan dan kekuatan modal anda. Sehingga anda akan lebih mudah mengelola usaha anda dan tidak akan terkendala oleh permodalan.

5. Memudahkan pembersihan

Saat anda membersihkan kolam terpal, anda tidak akan menjumpai kesulitan. Anda tinggal mencuci terpal tersebut dan hasilnya akan bersih dengan mudah.

Analisa Usaha Ternak Lele Dalam Kolam Terpal Biaya investasi

1. 2 buah terpal ukuran 2 x 65.000 : @Rp. 130.000,- Rp. 300.000,-
2. Bambu : Rp. 50.000,-
3. Paku 1 kg : Rp. 10.000,
Jumlah Rp. 360.000,-


Biaya Produksi


Bibit/benih 2000 ekor @Rp.2500,- Rp. 500.000,-
Pakan : Pakan Cacing Sutra 10 kg @Rp 6.000,- Rp. 60.000,
Pakan / pelet 2Bal @Rp. 190.000,- Rp. 380.000,-

Biaya obat/lain-lain Rp. 50.000,-
Jumlah modal operasional Rp. 990.000,-
Jumlah modal awal = Rp. 1.350.000
Modal awal hanya di keluarkan pada saat pertama memelihara ikan lele, untuk masa pemeliharaan selanjutnya berarti setiap bulannya anda hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 990.000,-


Pendapatan Usaha Ternak lele Dengan Kolam terpal
Kisa Asumsikan total lele yang dapat di penen adalah 500 Kg dengan kematian sebesar 10 %.
Harga ikan lele = Rp. 10.000/kg (harga bisa berubah sewaktu-waktu)
500 X 10.000 = Rp. 5.000.000,-

Total Keuntungan bersih : Rp. 5.000.000 - Rp. 1.350.000,- = Rp. 3. 650.000,- ( Panen Pertama )
Untuk pemeliharaan lele ke dua dan seterusnya maka keuntungannya adalah
Rp. 5.000.000 - Rp.990.000,- = Rp. 4.010.000,-


Selain usaha pembesaran ikan lele, anda juga bisa mencoba untuk menjalankan usaha pembenihan. Di beberapa kota di Indonesia, para petani lele menjual benih lele dalam ukuran gelasan, ukuran 1-2, ukuran 2 -3, ukuran 4 - 6 dst.

Anda bisa menjualnya dalam berbagai ukuran terserah anda, dan tentu akan membuat anda lebih mudah dalam mendapatkan hasil sehingga usaha ternak lele dalam kolam terpal akan membuat anda lebih cepat mendapatkan keuntungan
    Ternak Lele merupakan usaha kecil yang bisa di jalankan dengan modal yang seadanya. Saat anda tidak memiliki modal untuk membuat kolam tanah yang permanen serta tidak memiliki lahan luas, maka anda bisa menggunakan kolam terpal untuk menjalankan usaha modal kecil budidaya lele. Namun, jangan salah, keutungan dari usaha ini bisa mencapai jutaan rupiah sertiap bulannya.


EKSTERNALITAS JARINGAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

 
     Dalam ilmu ekonomi, eksternalitas jaringan terjadi ketika permintaan seorang individu bergantung pada pembelian individu-individu lainnya. Eksternalitas jaringan dapat berwujud postif atau negatif. Disebut postif apabila jumlah barang yang diminta konsumen tertentu meningkat akibat adanya peningkatan pembelian oleh konsumen lain. Sedangkan eksternalitas jaringan negatif terjadi apabila permintaan menurun akibat adanya peningkatan pembelian oleh orang lain.


    Secara umum dapat dikatakan bahwa eksternalitas merupakan efek samping dari suatu kegiatan atau transaksi ekonomi yaitu berupa dampak positif (positive external effects, external economic) maupun dampak negatif (negative external effects, external diseconomic). Dampak yang positif misalnya seseorang yang membangun sesuatu pemandangan yang indah dan bagus pada lokasi tertentu mempunyai dampak positif bagi orang sekitar yang melewati lokasi tersebut. Sedangkan dampak negatif misalnya polusi udara, air dan suara. Ada juga ekternalitas yang dikenal sebagai eksternalitas yang berkaitan dengan uang (pecuniary externalities) yang muncul ketika dampak eksternalitas itu disebabkan oleh meningkatnya harga. Misalnya, suatu perusahaan didirikan pada lokasi tertentu atau kompleks perumahan baru dibangun, maka harga tanah tersebut akan melonjak tinggi. Meningkatnya harga tanah tersebut menimbulkan dampak external yang negatif terhadap konsumen lain yang ingin membeli tanah disekitar daerah tersebut.

    Dalam contoh di atas dampak tersebut dalam perubahan harga tanah, dimana kesejahteraan masyarakat berubah tetapi perubahan itu akan kembali ke keadaan keseimbangan karena setiap barang akan menyamakan rasio harga-harga barang dengan marginal rate of substitution (MRS). Jadi, suatu fakta bahwa tindakan seseorang dapat mempengaruhi orang lain tidaklah berarti adanya kegagalan pasar selama pengaruh tersebut tercermin dalam harga-harga sehingga tidak terjadi ketidak efisienan dalam perekonomian.

B. JENIS-JENIS EKSTERNALITAS

    Efisiensi alokasi sumberdaya dan distribusi konsumsi dalam ekonomi pasar dengan kompetisi bebas dan sempurna bisa terganggu, jika aktivitas dan tindakan invividu pelaku ekonomi baik produsen maupun konsumen mempunyai dampak (externality) baik terhadap mereka sendiri maupun terhadap pihak lain. Eksternalitas itu dapat terjadi dari empat interaksi ekonomi berikut ini a. Efek atau dampak satu produsen terhadap produsen lain (effects of producers on other producers). b. Efek atau dampak samping kegiatan produsen terhadap konsumen (effects of producers on consumers) c. Efek atau dampak dari suatu konsumen terhadap konsumen lain (effects of consumers on consumers) d. Efek akan dampak dari suatu konsumen terhadap produsen (effects of consumers on producers) 1. Dampak Suatu Produsen Terhadap Produsen Lain Suatu kegiatan produksi dikatakan mempunyai dampak eksternal terhadap produsen lain jika kegiatannya itu mengakibatkan terjadinya perubahan atau penggeseran fungsi produksi dari produsen lain.


C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB EKSTERNALITAS

   Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsip-prinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan. Dalam pandangan ekonomi, eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber daya yang efisien tidak terpenuhi.


1. Keberadaan Barang Publik
    Barang publik (public goods) adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. 


2. Sumberdaya Daya Bersama
    Keberadaan sumber daya bersama (common resources) atau akses terbuka terhadap sumber daya tertentu ini tidak jauh berbeda dengan keberadaan barang publik di atas. Sumber-sumber daya milik bersama, sama halnya dengan barang-barang publik, tidak ekskludabel. Sumber-sumber daya ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya, dan cuma-cuma.


3. Ketidaksempurnaan Pasar
    Masalah lingkungan bisa juga terjadi ketika salah satu partisipan didalam suatu tukar manukar hak-hak kepemilikan (property rights) mampu mempengaruhi hasil yang terjadi (outcome).


4.Kegagalan Pemerintah
   Sumber ketidakefisienan dan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan oleh kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan pemerintah (government failure).


D. SOLUSI PEMERINTAH DAN SWASTA TERHADAP EKSTERNALITAS

    Kita telah menyimak mengapa keberadaan eksternalitas itu dapat mengakibatkan alokasi sumber daya yang dilakukan oleh pasar menjadi tidak efisien. Namun sejauh ini kita baru mengulas secara sekilas tentang cara-cara mengatasi eksternalitas tersebut. Dalam prakteknya, bukan hanya pemerintah saja yang perlu dan dapat mengatasi eksternalitas itu, melainkan juga pihak-pihak non pemerintah, baik itu pribadi/kelompok maupun perusahaan/organisasi kemasyarakatan. Untuk mudahnya, kita sebut saja pihak-pihak non pemerintah tersebut sebagai pihak “pribadi” atau “swasta”. Pada dasarnya, tujuan yang hendak dicapai oleh pemerintah maupun pihak swasta (perorangan dan kelompok), berkenaan dengan penanggulangan eksternalitas itu sama saja, yakni untuk mendorong alokasi sumber daya agar mendekati kondisi yang optimum secara sosial. Pada bagian pembahasan berikut kita akan menelaah solusi-solusi atau upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pribadi atau swasta (private solution) dalam mengatasi persoalan eksternalitas.

E. KESIMPULAN

   Dalam beberapa kasus, para anggota masyarakat dapat mengatasi sendiri masalah eksternalitas, tanpa keterlibatan pemerintah. Menurut teorema Coase, seandainya mereka dapat melakukan tawar menawar secara bebas (tanpa biaya), maka mereka akan dapat mencapai kesepakatan bersama, dan melaksanakannya bersama-sama pula sehingga tercapai suatu alokasi yang efisien. Narnun dalam prakteknya, banyak kendala yang tidak memungkinkan berlangsungnya tawar menawar itu. Salah satu diantaranya adalah terlalu banyak pihak yang berkepentingan. Kalau orang-orang tidak dapat menyelesaikan sendiri masalah eksternalitas yang mereka hadapi, maka pemerintah perlu turun tangan. Namun adanya eksternalitas itu tidaklah menjadi alasan untuk sepenuhnya mencampakkan kekuatan pasar. Pemerintah dapat mengatasi persoalan eksternalitas itu tanpa meninggalkan pasar, yakni dengan secara langsung mewajibkan para pembuat keputusan (produsen atau konsumen) menanggung segenap biaya atau akibat yang ditimbulkan oleh prilaku atau tindakan mereka.




SUMBER : http://gioakram13.blogspot.co.id/2013/04/eksternalitas.html
                    http://d-datakuliah.blogspot.co.id/2012/05/makalah-eksternalitas-positif-dan.html

TUGAS EKONOMI MIKRO
NAMA      : GALIH PURNAMA
KELAS    : 306C


Senin, 16 November 2015



PASAR MONOPOLI



BAB I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Banyak dari kita yang tidak bisa mendefinisikan apa itu pasar monopoli. Kegiatan monopoli sendiri terkadang kita jumpai di suatu negara.bahkan ada juga yang menerapkan kegiatan monopoli di dalam suatu pasar. Kegiatan tersebut juga sangat berpengaruh pada perekonomian di suatu negara.

         Akhir-akhir ini, berita hukum ekonomi ditandai dengan pro dan kontra tentang monopoli dan persaingan tidak sehat lainnya.Tak bisa dibantah lagi bahwa undang-undang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat itu perlu karena kita tidak ingin perekonomian negara ini hanya dikuasai oleh pengusaha yang memiliki sistem pasar yang monopolistis dan persaingan tidak sehat lainnya.
        Struktur pasar yangdemikian itu tidak hanya merugikan mekanisme pasar, yang seharusnya dituntut oleh kompetensi yang sehat, tetapi juga akan merugikan pengusaha kecil dan terlebih lagi bagi konsumen. Konsumen merasakan dampak yang sangat dominan ketika harga yang ditawarkan para monopolis terlalu tinggi sedangkan produk tersebut sangat dibutuhkan. Dalam jangka panjang, bila semua ini tidak diatasi sedini mungkin maka struktur perekonomian kita akan diwarnai dengan kesenjangan yang tajam dan tidak sehat. Untuk itu perlu sekali adanya campur tangan pemerintah dalam mengatur pasar monopoli ini..

B. RUMUSAN MASALAH

Dari pembahasan diatas dapat diambil beberapa rumusan masalah diantarannya :

1. Apa Pengertian Pasar Monopoli ?

2. Apa Ciri-ciri Pasar Monopoli ?

3. Apa yang menjadi Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Pasar Monopoli ?

4. Apakah Kelebihan dan Kelemahan Pasar Monopoli ?

5. Bagaimanakah Kebijakan Pemerintah Terhadap Pasar Monopoli ?

C. TUJUAN

Dari uraian diatas dapat diketahui beberapa tujuan diantaranya :

1. Mengetahui Pengertian dari Pasar Monopoli

2. Mengetahui Ciri-ciri Pasar Monopoli

3. Mengetahui Faktor-faktor terjadinya Pasar Monopoli

4. Mengetahui Kelebihan & Kekurangan Pasar Monopoli

5. Mengetahui Kebijakan Pemerintah terhadap Pasar Monopoli



                                                                  BAB II

                                                          PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PASAR MONOPOLI

          Secara etimologi, kata “Monopoli” berasal dari kata Yunani yaitu ‘Monos’ yang berarti sendiri dan ‘Polein’ yang berarti penjual. Dari akar kata tersebut secara sederhana orang lantas memberi pengertian monopoli sebagai suatu kondisi dimana hanya ada satu penjual yang menawarkan (supply) suatu barang atau jasa tertentu.
          Secara harfiah, "penjual tunggal." Sebuah situasi di mana satu perusahaan atau individu memproduksi dan menjual seluruh output dari beberapa barang atau jasa yang tersedia dalam pasar tertentu. Jika tidak ada pengganti dekat untuk barang atau jasa yang bersangkutan, monopoli akan dapat menetapkan kedua tingkat output dan harga pada tingkat tertentu untuk memaksimalkan keuntungan tanpa khawatir tentang menjadi melemahkan oleh pesaing (setidaknya dalam jangka pendek berjalan).

B. CIRI-CIRI PASAR MONOPOLI

Pasar monopoli memiliki ciri-ciri yang sangat bertentangan dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh pasar persaingan sempurna. Adapun ciri-ciri pasar monopoli adalah sebagai berikut:

1) Di dalam pasar monopoli hanya terdapat satu penjual. Barang atau jasa yang dihasilkan hanya dapat dibeli di pasar monopoli, tidak tersedia di tempat lain.

2) Jenis barang yang diproduksi atau dijual tidak ada barang penggantinya, nosubstituties yang mirip. Barang yang dihasilkan merupakan satu-satunya dan jenis barang tersebut tidak dapat digantikan oleh barang lainnya.

3) Adanya hambatan atau rintangan atau barriers bagi perusahaan baru yang akan masuk ke dalam pasar monopoli. Hambatan ini merupakan faktor kuat mengapa pasar monopoli terbentuk. Hambatan dapat berupa legalistas yaitu dibatasi oleh undang-undang, hambatan teknologi yaitu teknologi yang digunakan sangat tinggi sehingga barang sulit ditiru, atau hambatan modal yaitu perlunya modal besar dalam memproduksi barang sejenis.

4) Pelaku pasar monopoli dapat menentukan harga barang sesuai keinginannya. Namun demikian, Penjual ini tidak mempengaruhi harga dan output dari produk lain yang dijual atau ditawarkan dalam perekonomian.

5) Sifat monopolinya menyebabkan Perusahaan tidak memerlukan promosi atau iklan dalam memasarkan produknya. Tidak ada barang alternatif atau penggantinya menyebabkan pembeli terpaksa membeli hasil produksi dari perusahaan monopoli.


C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PASAR MONOPOLI

Terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan wujudnya pasar (perusahaan) monopoli.Ketiga faktor tersebut adalah:

1. Perusahaan Monopoli Memiliki Suatu Sumber Daya yang Unik dan Tidak Dimiliki oleh Perusahaan Lain.
Salah satu sumber penting dari adanya monopoli adalah pemilikan suatu sumber daya yang unik (istimewa) yang tidak dimiliki oleh orang atau perusahaan lain. Perusahaan air minum di suatu kota adalah salah satu contoh lain dari kekuasaan monopoli yang memiliki sumber daya yang unik.

2. Perusahaan Monopoli pada Umumnya Dapat Menikmati Skala Ekonomi (Economies of Scale) hingga ke Tingkat Produksi yang Sangat Tinggi.

3. Monopoli ada dan berkembang melalui UU yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut.

D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PASAR MONOPOLI

a. Kelebihn Pasar Monopoli diantaranya :

  •  memotivasi penggunaan dan inovasi baru dari teknologi, dengan tujuan biaya per unit dapat ditekan sehingga keuntungan dapat ditingkatkan.
  •  meningkatkan produksi secara masal dan meningkatkan produktivitas, sehingga status sebagai pemegang monopoli dapat dipertahankan.
  • kesejahteraan karyawan relatif lebih baik.


b. Kekurangan Pasar Monopoli

  • Ketidakadilan, karena monopoli memperoleh keuntungan di atas keuntungan normal.
  • Jumlah produksi ditentukan oleh monopolis sesuai dengan keuntungan yang ingin diperolehnya.
  • memproduksi output pada tingkat lebih rendah dari pada output kompetitif (yang sesuai dengan permintaan konsumen).
  • mengenakan harga lebih tinggi dari pada harga kompetitif.terjadi eksploitasi monopolis terhadap pemilik faktor produksi dan konsumen.

E. KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PASAR MONOPOLI

Kebijakan pemerintah untuk mengatasi anti monopoli adalah : 

1. Membatasi ruang gerak monopolis dengan adanya campur tangan pemerintah dalam produksi dan harga.
2. Melakukan regulasi ekonomi terhadap monopoli bila kemunculannya tidak dapat dihindari lagi
3. Kebijakan anti-trust yang berupaya mencegah monopolis atau penyalahgunaan antikompetitif 4. Pengenaan Pajak

I. CONTOH PERUSAHAAN PELAKU MONOPOLI TERHADAP PASAR

a) Profil Perusahaan

PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk adalah perusahaan telekomunikasi dan penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Telkom adalah salah satu perusahaan BUMN dibidang telekomunikasi, bahkan bisa dibilang satu-satunya sejak privatisasi saham BUMN indosat. Telkom juga merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar dengan pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta pelanggan dan pelanggan telepon seluler sebanyak 50 juta pelanggan. Saham telkom saat ini mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Indonesia 51,19% dan oleh publik sebesar 48,81%. Sebagai perusahaan publik, saham Telkom diperdagangkan di beberapa bursa saham, yaitu Bursa Saham Indonesia (IDX, TLKM), Bursa Saham London (LSE, TKID), Bursa Saham New York (NYSE, TLK) dan Bursa Saham Tokyo.
Sejarah dari PT. Telkom bermula dari era kolonial, pada tahun 1882 didirikan perusahaan penyedia jasa layanan pos dan telegraf. Layanan ini diberi nama dalam jawatan Post Telefgraf Telefoon (PTT). Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian pada tahun 1965, PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi. Kemudian pada tahun 1974, PN Telekomunikasi diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel), yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional. Pada tahun 1991 perumtel berubah menjadi Prusahaan Perseroan (persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1991.. Pada tanggal 14 Novemer 1995 dilakukan Penawaran Umum Perdana saham Telkom. Sejak saat itu saham Telkom tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), Bursa saham New York (NYSE) dan Bursa Saham London (LSE).

BAB III 

PENUTUP



A. Kesimpulan 

Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. Atau bisa disebut suatu pelaku usaha atau penjual yang menjadi pusat kekuatan ekonomi yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. Dan juga telah ada larangan monopoli pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan dan persaingan usaha yang tidak sehat serta merugikan orang banyak.

Selepas dari larangan dari monopoli ada juga monopoli yang tidak dilarang yaitu, Monopoli by Law & Monopoli by License, meskipun begitu nyatanya ini juga kurang efektif dan bertentangan dengan teori ekonomi klasik dan hukum syariat islam. 


 

Sumber :
http://intanchiechielita.blogspot.co.id/2014/11/makalah-pasar-monopoli.html
https://munikasulistiawati.wordpress.com/2014/08/30/makalah-pasar-monopoli/
http://ekonomi-kelasx.blogspot.co.id/2014/10/kelemahan-dan-kelebihan-pasar-monopoli.html 
http://www.ilmuku.com/file.php/1/Simulasi/mp_302/materi3.html 


Tugas Ekonomi Mikro 
Nama : Galih
Kelas : 306C (Sabtu)



 




Kamis, 15 Oktober 2015

Strategi Penguatan Ekonomi Mikro




I. Latar Belakang


Saat ini kegiatan pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia usaha. Istilah pemasaran ini kadang-kadang diartikan sama seperti istilah penjuala, perdagangan, dan konstribusi. Pada kenyataannya pemasaran adalah konsep yang menyeluruh sedangkan istilah yang lain tersebut hanya merupakan satu bagi satu kegiatan dalam sistem pemasaran secara keseluruhan. Proses pemasaran itu terjadi atau dimulai sejak sebelum barang-barang diproduksi.
   Pemasaran adalah sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran.
   Manajemen pemasaran merupakan salah satu kunci utama dalam suatu perusahaan untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain


II. Strategi Pemasaran Usaha Mikro Ekonomi & Menengah


 Untuk menyusun strategi pemasaran kita harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan konsep pemasaran/marketing. Konsep marketing merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. Baik peluang usaha baru maupun usaha yang telah lama dirintis, baik usaha kecil maupun usaha yang telah berkembang sekalipun. Semuanya membutuhkan konsep marketing untuk mengembangkan usaha yang dijalankan. Berbicara tentang konsep marketing, maka sesungguhnya kita sedang membicarakan bagaimana strategi pemasaran produk yang kita jual.
Hal itu pulalah yang dihadapi oleh usaha kecil yang saat ini banyak bermunculan. Merencanakan strategi pemasaran yang tepat untuk menarik minat konsumen pada usaha kecil masih sangatlah sulit. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha kecil tentunya dengan fokus strategi pemasaran.

Dengan terbatasnya anggaran marketing yang dimiliki usaha kecil, bukan berarti menjadikan usaha kecil kalah dengan usaha skala besar. Untuk itu kita harus lebih kreatif dengan anggaran biaya yang minim untuk menghasilkan strategi pemasaran yang tepat. Berikut beberapa cara untuk mengoptimalkan pemasaran dengan anggaran terbatas :
Bekerjasama dengan pengusaha atau rekan untuk pemasangan iklan
Mencoba mengirimkan penawaran produk kepada pelanggan serta memberikan potongan harga untuk paket pembelian tertentu.

Perkenalkan produk dan usaha melalui media gratis, hal ini akan membantu pencarian para konsumen tentang produk yang di tawarkan. Misalnya saja publikasi melalui internet.
Libatkan lingkungan yang ada disekitar usaha, dalam salah satu kegiatan yang usaha dilaksanakan. Ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara publikasi gratis kepada masyarakat sekitar. 


Selain itu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam ­­­­menyusun strategi pemasaran yaitu sebagai berikut :

1. Konsistensi
Dengan adanya konsistensi terhadap semua area marketingnya, dapat membantu mengurangi biaya marketing dan meningkatkan efektivitas penciptaan merek.

2. Perencanaan
Perencanaan konsep pemasaran yang akan dijalankan usaha kecil sangat mempengaruhi banyaknya pelanggan yang diperoleh. Oleh karena itu luangkan waktu untuk merencanakan strategi pemasaran, anggaran pemasaran, serta konsep lainnya yang berhubungan dengan pemasaran.

3. Strategi
Strategi merupakan dasar untuk kelanjutan kegiatan pemasaran yang telah direncanakan, misalnya siapa target pasar, bagaimana usaha kecil membidik pelanggan, dan bagaimana cara menjaga konsumen yang ada sebagai pelanggan tetap.

4. Target Market
Mendefinisikan secara tepat pangsa pasar yang dituju, dengan memilih satu atau lebih dari segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar yang jelas akan membuat konsep pemasaran lebih mudah dilaksanakan.

5. Anggaran
Menghitung anggaran pemasaran merupakan bagian yang berat dan membutuhkan keakuratan hasil hitungan. Dari anggaran yang dibuat, dapat dipersiapkan dana yang akan dibutuhkan untuk pemasaran. Biasanya usaha kecil membuat anggaran dengan tidak terlalu akurat, sehingga terjadi pemborosan.

6. Bauran Pemasaran
Bauran Pemasaran biasanya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat, dan promosi. Sebagai pengusaha kecil, perlu memutuskan dengan spesifik produk (atau jasa), harga yang sesuai, dimana dan bagaimana Anda akan mendistribusikan produk Anda, dan bagaimana orang lain dapat mengetahui tentang produk yang ditawarkan.

7. Website
Saat ini bisnis apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena hampir 60% konsumen datang dari informasi dari internet. Sehingga informasi produk melalui website pun sangat mendukung peningkatan jumlah pelanggan yang tertarik dengan produk Anda.
III. PERILAKU PASAR

Perilaku pasar adalah pola kebiasan pasar meliputi proses (mental) pengambilan keputusan serta kegiatan fisik individual atau organisasional terhadap produk tertentu, konsisten selama periode waktu tertentu. Kegiatan-kegiatan perilaku meliputi tindakan penilaian, keyakinan, usaha memperoleh, pola penggunaan, maupun penolakan suatu produk.

IV. PERILAKU KONSUMEN


Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

MANFAAT MEMPELAJARI PERILAKU KONSUMEN

Dalam pasar yang semakin intensif tingkat persaingannya, tuntutan konsumen yang semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus, pemahaman akan konsumen begitu tinggi. Untuk itu sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang perilaku konsumen demi memuaskan konsumen dan memenangkan persaingan.

Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi dan bauran pemasaran. Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, pemasar dapat melakukan segmentasi berdasarkan variabel tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat

V. CONTOH USAHA MIKRO

Sukses Bisnis Usaha Modal Kecil Rp 30ribu – Awal Usaha
Hariati, owner dari produk ini menuturkan bahwa ia memulai usahanya dari modal Rp30 ribu. Dana itu ia gunakan untuk membuat produk cokelat stick, dari bahan dasar 1 kg cokelat yang dicampur dengan susu.
Olahan cokelat khas Makassar dapat dijumpai di Jalan Sungai Saddang Baru Lr Berkah, Makassar. Nama mereknya Makalate. Merupakan anonim dari Makassar Chocolate. Ini produk lokal dengan bahan dasar kakao langsung dari Tanah Luwu.

“Kami mulai usaha ini 2008 lalu. Saat itu kita berpikir usaha pembuatan cokelat stick adalah bisnis yang paling potensial,” ungkapnya seperti dilansir Harian Fajar.
Dasar pertimbangannya kata Ati, demikian ia disapa adalah bahan dasar cokelat atau kakao sangat mudah ditemukan di Makassar. Cokelat juga merupakan komoditi andalan di Sulsel, hingga bahan baku menurut dia tidak susah dan juga tidak mahal. 
“Lalu kami juga pikir cokelat adalah produk yang disukai semua kalangan. Akhirnya saya banyak membaca dan nonton program kuliner di televisi,” paparnya.
Berdua dengan sang adik, Ati mulai membuat cokelat stick yang kemudian di pasarkan ke sekolah di sekitar rumahnya. Per hari, dari 1 kg cokelat ia mampu memproduksi 65 cokelat stick dengan harga Rp800 per batang. Contoh Sukses Bisnis Usaha Modal Kecil Rp 30ribu – harga dan omset
“Omzet per hari sekitar Rp52.000 saat itu. Dari hasil penjualan, kami mulai menambah produksi. Dari sekolah lalu ke beberapa warung atau toko kelontongan. Sampai usaha ini berkembang dengan total produksi 40-50 kg cokelat per hari, dan omzet Rp500 ribu,” ungkap Ati.
Contoh Sukses Bisnis Usaha Modal Kecil Rp 30ribu – variasi produk
Sejalan dengan ini, sisi permodalan mulai mendapat dukungan. Usaha Makalet mulai dilirik perbankan. BRI memberi bantuan melalui KUR. Kini Makalate tidak lagi memproduksi cokelat stick saja, tapi juga candy, lolipop, dan cokelat isian. Setiap tahun, usaha ini mewakili Sulsel di Pekan Raya Jakarta (PRJ) sebagai UMKM andalan.

“Dari sini kami mau memberi motivasi bahwa tidak susah untuk memulai usaha. Tidak harus butuh modal besar. Hal utama yang harus ada adalah kemauan, lalu tekun dan tidak mudah putus asa,” lugas Ati.
VI. Kesimpulan

Dari pembahasan ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pemasaran merupakan kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran atau timbal balik agar mencapai tujuan perusahaan. Dalam pemasaran diperlukan juga teknik penjualan untuk menentukan strategi yaitu menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan, memilih pasar sasaran khusus, menetapkan posisi pasar, menempatkan strategi penjualan dalam persaingan, dan barulah memilih strategi penjualan yang paling tepat.

SUMBER :

http://rindiehan.blogspot.co.id/2011/11/strategi-pemasaran-produk-untuk-usaha.html

https://srinurdianti26.wordpress.com/2013/10/19/konsep-pemasaran-dan-strategi-pemasaran/

http://tips-cara.info/contoh-sukses-bisnis-usaha-modal-kecil-rp-30ribu-makalate/

https://taniosutrisno.wordpress.com/2014/09/25/perilaku-konsumen-teori-ciri-ciri-dan-manfaat-perilaku-konsumen/

http://farinaseftiani.blogspot.co.id/2014/05/perilaku-pasar.html

Nama : Galih Purnama

Mata Kuliah : Pengantar Ekonomi Mikro

Kelas : 306C

Semester : 1 (Satu)