Jumat, 22 April 2016

KETAHANAN EKONOMI INDONESIA DI SEKTOR MIKRO

     Indonesia, negara dengan belasan ribu pulau, merupakan negara dengan sejuta peluang dan tantangan ekonomi. Indonesia meiliki potensi ekonomi yang sangat banyak. Dimulai dari demografi Indonesia, penduduk yang berjumlah lebih dari 200 juta jiwa, merupakan pasar domestik yang luas. Jumlah penduduk muda yang merupakan representasi dari usia produktif. Di tahun ini juga, peringkat Human Development Index Indonesia juga naik sehingga Indonesia saat ini menjadi negara yang termasuk dalam jajaran indeks pembangunan manusia menengah. Dari sisi manusia atau tenaga kerja, Indonesia memiliki peluang. 

  Dari sisi sumber daya, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya yang begitu besar. Dari sisi ketersediaan sumber daya energi, Indonesia memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, yaitu 19,3 miliar ton. Jumlah tersebut mengamankan cdangan energi Indonesia untuk jangka waktu yang lama dan memberikan kemudahan bagi Indonesia untuk diversifikasi energi. Laut Indonesia juga begitu luas, di dalamnya terkandung sumber pangan ikan yang begitu banyak, sumber daya energi berupa panas bumi, dan potensi pariwisata yang besar. Alam Indonesia yang membentang luas dari sabang sampai merauke merupakan potensi yang tiada habisnya pula. Hutan yang begitu luasnya dan kekayaan hasil bumi Indonesia. Itu semua merupakan rahmat dari Tuhan untuk warga Indonesia.


   adapun sumber daya air tawar yg akhir-akhir ini cukup menggiurkan adalah beternak lele yang memang tak perlu memakai modal yg besar dan lahan yg cukup luas tapi dapat membuahkan hasil.


    Ternak Lele merupakan usaha kecil yang bisa di jalankan dengan modal yang seadanya. Saat anda tidak memiliki modal untuk membuat kolam tanah yang permanen serta tidak memiliki lahan luas, maka anda bisa menggunakan kolam terpal untuk menjalankan usaha modal kecil budidaya lele. Namun, jangan salah, keutungan dari usaha ini bisa mencapai jutaan rupiah sertiap bulannya.
Ternak Lele merupakan usaha kecil yang bisa di jalankan dengan modal yang seadanya. Saat anda tidak memiliki modal untuk membuat kolam tanah yang permanen serta tidak memiliki lahan luas, maka anda bisa menggunakan kolam terpal untuk menjalankan usaha modal kecil budidaya lele. Namun, jangan salah, keutungan dari usaha ini bisa mencapai jutaan rupiah sertiap bulannya.






Ternak lele dengan kolam terpal telah banyak di lakukan oleh para petani. Penggunaan kolam terpal sebagai media hidup lele memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :


1. Mudah

Menggunakan media kolam terpal ternyata lebih mudah. Dalam sehari, atau bahkan kurang dari sehari anda bisa membuat kolam terpal sederhana. Selain itu, pembuatan kolam terpal tidak terlalu menguras tenaga.

2. Hemat

Karena hanya menggunakan bambu dan terpal, kolam terpal untuk ikan lele tidak membutuhkan modal besar. Kisaran modal tergantung usaha anda, berapa ukuran kolam yang ingin di buat serta berapa kolam yang ingin anda miliki.

3. Lebih terkontrol

Pemeliharaan lele dalam kolam terpal akan lebih mudah dalam pengontrolan terutama masalah hama dan penyakit. Anda bisa menghindarkan lele dari berbagai hama dan penyakit. Juga lebih mudah dalam mengontrol suhu, cuaca dan intensitas air.

4. Lebih Fleksibel

Dengan kolam terpal, anda bisa membuat kolam untuk tenak lele sesuai dengan lahan dan kekuatan modal anda. Sehingga anda akan lebih mudah mengelola usaha anda dan tidak akan terkendala oleh permodalan.

5. Memudahkan pembersihan

Saat anda membersihkan kolam terpal, anda tidak akan menjumpai kesulitan. Anda tinggal mencuci terpal tersebut dan hasilnya akan bersih dengan mudah.

Analisa Usaha Ternak Lele Dalam Kolam Terpal Biaya investasi

1. 2 buah terpal ukuran 2 x 65.000 : @Rp. 130.000,- Rp. 300.000,-
2. Bambu : Rp. 50.000,-
3. Paku 1 kg : Rp. 10.000,
Jumlah Rp. 360.000,-


Biaya Produksi


Bibit/benih 2000 ekor @Rp.2500,- Rp. 500.000,-
Pakan : Pakan Cacing Sutra 10 kg @Rp 6.000,- Rp. 60.000,
Pakan / pelet 2Bal @Rp. 190.000,- Rp. 380.000,-

Biaya obat/lain-lain Rp. 50.000,-
Jumlah modal operasional Rp. 990.000,-
Jumlah modal awal = Rp. 1.350.000
Modal awal hanya di keluarkan pada saat pertama memelihara ikan lele, untuk masa pemeliharaan selanjutnya berarti setiap bulannya anda hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 990.000,-


Pendapatan Usaha Ternak lele Dengan Kolam terpal
Kisa Asumsikan total lele yang dapat di penen adalah 500 Kg dengan kematian sebesar 10 %.
Harga ikan lele = Rp. 10.000/kg (harga bisa berubah sewaktu-waktu)
500 X 10.000 = Rp. 5.000.000,-

Total Keuntungan bersih : Rp. 5.000.000 - Rp. 1.350.000,- = Rp. 3. 650.000,- ( Panen Pertama )
Untuk pemeliharaan lele ke dua dan seterusnya maka keuntungannya adalah
Rp. 5.000.000 - Rp.990.000,- = Rp. 4.010.000,-


Selain usaha pembesaran ikan lele, anda juga bisa mencoba untuk menjalankan usaha pembenihan. Di beberapa kota di Indonesia, para petani lele menjual benih lele dalam ukuran gelasan, ukuran 1-2, ukuran 2 -3, ukuran 4 - 6 dst.

Anda bisa menjualnya dalam berbagai ukuran terserah anda, dan tentu akan membuat anda lebih mudah dalam mendapatkan hasil sehingga usaha ternak lele dalam kolam terpal akan membuat anda lebih cepat mendapatkan keuntungan
    Ternak Lele merupakan usaha kecil yang bisa di jalankan dengan modal yang seadanya. Saat anda tidak memiliki modal untuk membuat kolam tanah yang permanen serta tidak memiliki lahan luas, maka anda bisa menggunakan kolam terpal untuk menjalankan usaha modal kecil budidaya lele. Namun, jangan salah, keutungan dari usaha ini bisa mencapai jutaan rupiah sertiap bulannya.


EKSTERNALITAS JARINGAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

 
     Dalam ilmu ekonomi, eksternalitas jaringan terjadi ketika permintaan seorang individu bergantung pada pembelian individu-individu lainnya. Eksternalitas jaringan dapat berwujud postif atau negatif. Disebut postif apabila jumlah barang yang diminta konsumen tertentu meningkat akibat adanya peningkatan pembelian oleh konsumen lain. Sedangkan eksternalitas jaringan negatif terjadi apabila permintaan menurun akibat adanya peningkatan pembelian oleh orang lain.


    Secara umum dapat dikatakan bahwa eksternalitas merupakan efek samping dari suatu kegiatan atau transaksi ekonomi yaitu berupa dampak positif (positive external effects, external economic) maupun dampak negatif (negative external effects, external diseconomic). Dampak yang positif misalnya seseorang yang membangun sesuatu pemandangan yang indah dan bagus pada lokasi tertentu mempunyai dampak positif bagi orang sekitar yang melewati lokasi tersebut. Sedangkan dampak negatif misalnya polusi udara, air dan suara. Ada juga ekternalitas yang dikenal sebagai eksternalitas yang berkaitan dengan uang (pecuniary externalities) yang muncul ketika dampak eksternalitas itu disebabkan oleh meningkatnya harga. Misalnya, suatu perusahaan didirikan pada lokasi tertentu atau kompleks perumahan baru dibangun, maka harga tanah tersebut akan melonjak tinggi. Meningkatnya harga tanah tersebut menimbulkan dampak external yang negatif terhadap konsumen lain yang ingin membeli tanah disekitar daerah tersebut.

    Dalam contoh di atas dampak tersebut dalam perubahan harga tanah, dimana kesejahteraan masyarakat berubah tetapi perubahan itu akan kembali ke keadaan keseimbangan karena setiap barang akan menyamakan rasio harga-harga barang dengan marginal rate of substitution (MRS). Jadi, suatu fakta bahwa tindakan seseorang dapat mempengaruhi orang lain tidaklah berarti adanya kegagalan pasar selama pengaruh tersebut tercermin dalam harga-harga sehingga tidak terjadi ketidak efisienan dalam perekonomian.

B. JENIS-JENIS EKSTERNALITAS

    Efisiensi alokasi sumberdaya dan distribusi konsumsi dalam ekonomi pasar dengan kompetisi bebas dan sempurna bisa terganggu, jika aktivitas dan tindakan invividu pelaku ekonomi baik produsen maupun konsumen mempunyai dampak (externality) baik terhadap mereka sendiri maupun terhadap pihak lain. Eksternalitas itu dapat terjadi dari empat interaksi ekonomi berikut ini a. Efek atau dampak satu produsen terhadap produsen lain (effects of producers on other producers). b. Efek atau dampak samping kegiatan produsen terhadap konsumen (effects of producers on consumers) c. Efek atau dampak dari suatu konsumen terhadap konsumen lain (effects of consumers on consumers) d. Efek akan dampak dari suatu konsumen terhadap produsen (effects of consumers on producers) 1. Dampak Suatu Produsen Terhadap Produsen Lain Suatu kegiatan produksi dikatakan mempunyai dampak eksternal terhadap produsen lain jika kegiatannya itu mengakibatkan terjadinya perubahan atau penggeseran fungsi produksi dari produsen lain.


C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB EKSTERNALITAS

   Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsip-prinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan. Dalam pandangan ekonomi, eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber daya yang efisien tidak terpenuhi.


1. Keberadaan Barang Publik
    Barang publik (public goods) adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. 


2. Sumberdaya Daya Bersama
    Keberadaan sumber daya bersama (common resources) atau akses terbuka terhadap sumber daya tertentu ini tidak jauh berbeda dengan keberadaan barang publik di atas. Sumber-sumber daya milik bersama, sama halnya dengan barang-barang publik, tidak ekskludabel. Sumber-sumber daya ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya, dan cuma-cuma.


3. Ketidaksempurnaan Pasar
    Masalah lingkungan bisa juga terjadi ketika salah satu partisipan didalam suatu tukar manukar hak-hak kepemilikan (property rights) mampu mempengaruhi hasil yang terjadi (outcome).


4.Kegagalan Pemerintah
   Sumber ketidakefisienan dan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan oleh kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan pemerintah (government failure).


D. SOLUSI PEMERINTAH DAN SWASTA TERHADAP EKSTERNALITAS

    Kita telah menyimak mengapa keberadaan eksternalitas itu dapat mengakibatkan alokasi sumber daya yang dilakukan oleh pasar menjadi tidak efisien. Namun sejauh ini kita baru mengulas secara sekilas tentang cara-cara mengatasi eksternalitas tersebut. Dalam prakteknya, bukan hanya pemerintah saja yang perlu dan dapat mengatasi eksternalitas itu, melainkan juga pihak-pihak non pemerintah, baik itu pribadi/kelompok maupun perusahaan/organisasi kemasyarakatan. Untuk mudahnya, kita sebut saja pihak-pihak non pemerintah tersebut sebagai pihak “pribadi” atau “swasta”. Pada dasarnya, tujuan yang hendak dicapai oleh pemerintah maupun pihak swasta (perorangan dan kelompok), berkenaan dengan penanggulangan eksternalitas itu sama saja, yakni untuk mendorong alokasi sumber daya agar mendekati kondisi yang optimum secara sosial. Pada bagian pembahasan berikut kita akan menelaah solusi-solusi atau upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pribadi atau swasta (private solution) dalam mengatasi persoalan eksternalitas.

E. KESIMPULAN

   Dalam beberapa kasus, para anggota masyarakat dapat mengatasi sendiri masalah eksternalitas, tanpa keterlibatan pemerintah. Menurut teorema Coase, seandainya mereka dapat melakukan tawar menawar secara bebas (tanpa biaya), maka mereka akan dapat mencapai kesepakatan bersama, dan melaksanakannya bersama-sama pula sehingga tercapai suatu alokasi yang efisien. Narnun dalam prakteknya, banyak kendala yang tidak memungkinkan berlangsungnya tawar menawar itu. Salah satu diantaranya adalah terlalu banyak pihak yang berkepentingan. Kalau orang-orang tidak dapat menyelesaikan sendiri masalah eksternalitas yang mereka hadapi, maka pemerintah perlu turun tangan. Namun adanya eksternalitas itu tidaklah menjadi alasan untuk sepenuhnya mencampakkan kekuatan pasar. Pemerintah dapat mengatasi persoalan eksternalitas itu tanpa meninggalkan pasar, yakni dengan secara langsung mewajibkan para pembuat keputusan (produsen atau konsumen) menanggung segenap biaya atau akibat yang ditimbulkan oleh prilaku atau tindakan mereka.




SUMBER : http://gioakram13.blogspot.co.id/2013/04/eksternalitas.html
                    http://d-datakuliah.blogspot.co.id/2012/05/makalah-eksternalitas-positif-dan.html

TUGAS EKONOMI MIKRO
NAMA      : GALIH PURNAMA
KELAS    : 306C